Sarana transportasi di Paris, selain bus, ada kereta perkotaan, trem, sepeda. Kereta perkotaan yang disebut KA Metro, melintas tiap 2-3 menit pada jam sibuk. Keberadaan transportasi umum tidak hanya mengangkut penumpang biasa, tetapi melayani pelancong. Paris banyak dikunjungi pelancong dari berbagai negara penjuru dunia. Aliran Sungai Shane digunakan sebagai prasarana transportasi wisata. Sekarang, pelancong pun dapat menikmati sepeda dan becak di jalan Kota Paris. Semua jaringan jalan menyediakan jalur khusus sepeda. Konsep bike sharing sudah diterapkan, meskipun Kota Paris tidak datar, pesepeda cukup banyak. Sepeda digunakan untuk kebutuhan pelancong maupun aktivitas keseharian. Kereta api Perkeretaapian di Perancis dimulai 1837 dengan lima operator kereta swasta mengangkut batubara. Tahun 1837, digunakan angkut penumpang, 100 tahun berselang lahirlah SNCF (Societe Nationale des Chemis de fer Français), gabungan lima perusahaan kereta swasta yang diambil alih negara. Karena krisis ekonomi menyebabkan perusahaan swasta banyak hutang dan kalah bersaing dengan transportasi jalan raya. Era kereta cepat sejak 1981, KA berkecepatan tinggi atau TGV (Train à Grande Vitesse/high speed train) beroperasi menghubungkan Paris dan Lion (600 km) ditempuh 2 jam perjalanan. Sejak 1996 diluncurkan kereta cepat TGV Thalys antara Paris-Brusel (300 km) dijangkau 2 jam 15 menit bertarif 19 Euro – 120 Euro (Rp 285.000 – Rp 1.800.000). Operasi pesawat terbang di rute itu hanya bertahan tiga bulan, akhirnya gulung tikar. Keberadaan kereta bawah tanah (subway) di Paris terma-suk tertua di dunia. Kedua dibangun setelah subway di London. SNCF adalah salah satu operator BUMN Perancis yang dikenal cukup berhasil dan ditiru oleh banyak operator perkeretaapian di berbagai negara. SNCF sebagai perusahaan terbesar di Eropa Barat telah melakukan kerjasama pengoperasian kereta cepat dengan beberapa negara tetangganya, seperti Inggris, Jerman, Belanda, Belgia, Spayol dan Italia. Jaringan rel KA di Perancis yang membentang 31.840 km dan jalur KA terpanjang di Eropa Barat. TGV, Thalys dan Eurostar, kereta cepat dengan laju 320 km/jam (200 mph). Eurostar, bersama Eurotunnel Shuttle yang menghubungkan Britania Raya melalui Terowongan Channel. Sejak tahun 1997 dilakukan pengelolaan perkeretaapian di Perancis menjadi dua BUMN, yaitu RFF (Reseau Ferrede France) selaku pemilik prasarana dan SNCF (Societe Nationale des Chemis de fer Français) sebagai operator dan komersialisasi angkutan KA di Perancis. Termasuk melakukan aktivitas pemeliharaan infrastruktur milik milik RFF. Pemisahan tersebut sejalan dengan peraturan Uni Eropa tentang persaingan usaha (contestability) dalam industri perkeretaapian, sehingga semua operator kereta memiliki hak yang sama dalam penggunaan jalan rel dan stasiun KA. Namun, berdasarkan reformasi perkeretaapian untuk meningkatkan kinerja perkeretaapian, maka RFF akan dilebur kembali ke SNCF. Terintegrasi Jaringan jalan dilengkapi dengan trotoar yang lebar sangat memanjakan pelancong yang senag berjalan kaki. Bis tingkat wisata cukup banyak tersedia melayani turis-turis yang ingin menikmati Kota Paris. Perhatian kebutuhan transportasi untuk kelompok disabilitas, lanjut usia dan anak sangat diperhatikan hampir di semua fasilitas prasarana dan sarana transportasi. Operator transportasi umum mengelola kereta, trem dan bus, sehingga memudahkan terjadinya proses integrasi antar moda. Sistem transportasi umum yang terintegrasi cukup hanya memiliki satu tiket baik berlanggaan maupun tidak untuk menggunakan segala moda angkutan umum yang ada di Paris, seperti kereta perkotaan, kereta antar kota, bus kota dan trem. Untuk menjaga supaya keberadaan transportasi umum di Perancis tetap eksis, Peme-rintah Perancis memiliki undang-undang yang mewajibkan setiap perusahaan berpegawai lebih 9 orang membayar 50% biaya transportasi umum. Atruan ini, telah mendorong mansyarakatnya mengggunakan transportasi umum untuk bekerja. Perusahaan KA memperoleh pendapatan 40% dari penjualan tiket. Sisanya berasal dari subsidi pemerintah (20%) dan 40% dari perusahaan. Ada STIF (Syndicat des Transports d’Île de France) adalah badan otoritas transportasi umum yang anggotanya terdiri dari kalangan akademisi, LSM, anggota dewan kota, utusan pemerintah. Badan ini yang menentukan standar pelayanan minimal (SPM) yang terdiri 134 item. Memakai segala jenis angkutan umum cukup bayar 110 Euro/bulan (Rp 1.650.000, satu Euro senilai Rp 15.000). Gaji terendah pekerja 1.800 Euro (Rp 27.000.000). Tarif parkir 3 Euro/jam (Rp 45.000), harga bensin seliter 1,7 Euro (Rp 25.000). BBM tidak disubsidi, malah dikenakan pajak. Hanya 3% dari gaji untuk ongkos transportasi. Bandingkan di Jakarta, sekitar 33%. Anggaran transportasi nomor 2 setelah anggaran pendidikan dalam APBN maupun APBD. Pengelolaan transportasi di Paris dapat ditiru.  Djoko Setijowarno Pengajar Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Pengurus MTI Pusat



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas